Survei untuk Penelitian Akademis

Penelitian adalah kegiatan yang sudah menjadi rutinitas di dunia akademis. Baik itu penelitian dengan topik terbaru yang dilakukan oleh para profesor, maupun penelitian untuk skripsi oleh para calon sarjana. Dengan menggunakan data yang didapatkan dengan menggunakan survei dalam proses penelitian sebagai bukti, maka kesimpulan yang didapatkan dari penelitian tersebut pun akan menjadi lebih meyakinkan.

market-research

Para akademisi dapat menggunakan survei untuk menguji berbagai teori dan hipotesis terkait tingkah laku dan respon di bidang bisnis, politik, kesehatan, dan banyak lagi. Jenis survei yang dapat dilakukan pun beragam sesuai dengan kebutuhan dan cakupan penelitian yang dilakukan, mulai dari survei singkat dengan pertanyaan terbuka, sampai dengan survei berulang dengan jangka waktu tertentu untuk membandingkan perubahan respon terhadap perlakuan tertentu.

Dengan majunya teknologi informasi di masa kini, maka hampir seluruh survei yang dilakukan pun memanfaatkan kemajuan internet. Dengan melakukan survei secara online, para peneliti dan akademisi dapat menjangkau para responden yang lokasinya berjauhan, atau bahkan berada dinegara dan benua lain. Hal ini akan dapat sangat menghemat biaya dan waktu jika dibandingkan dengan harus mendatangkan mereka secara fisik ke suatu tempat yang sama.

Selain pengumpulan data, proses pengolahan data adalah salah satu fokus utama dalam suatu penelitian. Dengan semakin kompleksnya perhitungan dan besarnya ukuran dan jumlah data yang harus diolah, sering kali penelitian di masa kini memanfaatkan program pengolahan data untuk melakukan proses pengolahan data, seperti Excel atau SPSS. Dengan survei online, proses pengiriman data ke program – program tersebut pun menjadi dipermudah karena sifat data yang sudah digital. Jika suatu survei masih menggunakan pulpen dan kertas dalam pengumpulan data dapat dibayangkan kesulitan yang akan dihadapi oleh para peneliti dan akademisi dalam memasukkan seluruh respon survei tersebut ke dalam komputer satu per persatu untuk diolah.

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan survei di bidang akademis:

  1. Pengujian awal

Sebelum memulai suatu proyek penelitian, terutama yang membutuhkan dana yang besar dan waktu yang cukup lama, para peneliti dapat melakukan pengujian awal terlebih dahulu dengan melakukan sebuah survei sederhana untuk menguji konsep proyek tersebut. Dengan melakukan pengujian awal ini, konsep dasar, masalah yang digunakan, dan metodologi pun dapat diuji sehingga akan dapat menghindari kesalahan dan tentunya akan menghemat waktu dan tenaga.

  1. Melakukan proses pengambilan sampel dengan lebih baik

Sebelum melakukan pengumpulan data atau pengambilan sampel, para peneliti dapat menggunakan survei untuk menentukan cara yang paling baik, cepat dan efisien dalam mengumpulkan respon. Peneliti dapat menentukan apakah lebih baik untuk melakukan pengumpulan data melalui email atau sosial media, atau apakah mereka menggunakan smart phone. Dengan informasi ini, para peneliti dapat menjangkau para responden mereka dengan jauh lebih cepat, murah, dan mudah.

  1. Studi longitudinal

Jenis penelitian dalam bidang akademis sangat beragam tergantung tujuan penelitian tersebut dan bidang akademiknya. Beberapa jenis penelitian adalah penelitian jangka panjang terhadap kelompok responden tertentu. Dalam jenis penelitian ini, para peneliti perlu melakukan pengumpulan data terhadap kelompok responden yang sama secara berulang dalam jangka waktu tertentu. Tantangan dalam jenis penelitian ini tentulah tidak sedikit. Dengan dibutuhkannya pengambilan data berulang dalam periode waktu tertentu, kelompok responden tersebut dapat saja berpindah tempat atau bahkan menjadi tidak dapat dihubungi. Jika penelitian tersebut tidak menggunakan survei online sebagai metode pengumpulan data maka tantangan ini dapat menjadi ancaman yang serius terhadap keberhasilan penelitian tersebut. Dengan menggunakan survei online, para peneliti dapat lebih terbantu dengan mudahnya menyampaikan kuesioner pertanyaan survei kepada para responden, walaupun mereka berpindah alamat rumah atau mengganti nomor telepon mereka.

  1. Mendapatkan umpan balik dari program pelatihan

Para akademisi dapat menggunakan survei setelah selesai melakukan penelitian atau magang. Dengan menggunakan survei, para akademisi dapat mengumpulkan masukan dari para manajer dan atasan mereka dan mengetahui apa saja yang mereka dapat tingkatkan pada penelitian dan magang mereka yang selanjutnya.

  1. Melakukan penelitian medis

Penelitian di bidang kesehatan dapat menggunakan survei untuk mengetahui demografis pasien, tingkah laku, pola hidup, kemudahan akses pasien pada fasilitas kesehatan, dan banyak lagi. SurveyMonkey memiliki koleksi contoh kuesioner pertanyaan survei yang lengkap terkait bidang kesehatan, salah satunya adalah PHQ-9, yang merupakan standar dalam mengukur dan mengevaluasi tendensi depresi pada pasien.

  1. Mengembangkan proses belajar mengajar

Fokus utama bidang pendidikan tentu saja adalah proses belajar mengajar. Survei akan dapat sangat membantu para akademisi dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di institusi mereka. Para akademisi dapat menggunakan contoh kuesioner pertanyaan survei SurveyMonkey untuk mengukur hubungan pihak sekolah dan orang tua murid, performa pendidikan, performa program pengajaran online, kepuasan pelajar, dan banyak lagi. Salah satu contoh kuesioner pertanyaan survei yang populer adalah contoh pertanyaan survei dari Harvard Graduate School of Education Pre K-12 untuk mendapatkan umpan balik dari para orang tua murid terkait pengalaman belajar anak mereka di sekolah tersebut.

  1. Membatasi kriteria demografis para responden

Sering kali dalam mengumpulkan data dengan menggunakan survei pada suatu penelitian, para peneliti memiliki target sasaran kriteria demografis yang diinginkan untuk responden penelitian mereka. Dengan menentukan kriteria demografis tersebut, hasil penelitian pun dapat menjadi lebih spesifik dan sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah ditentukan di awal. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa proses pengumpulan responden yang memenuhi kriteria demografis tertentu adalah cukup sulit. Terlebih lagi jika kriteria yang digunakan cukup banyak. Salah satu solusi yang paling mudah bagi para peneliti adalah dengan menggunakan SurveyMonkey Audience untuk mengumpulkan respon dari para responden dengan target sasaran kriteria demografis tertentu. Dengan SurveyMonkey Audience, para peneliti akan sangat terbantu dan tidak perlu bersusah payah mengumpulkan responden sendiri. Respon pun akan didapat sesuai dengan kriteria yang diinginkan dalam waktu yang singkat, dan biaya yang lebih murah.