Melakukan Uji Konsep dengan Hasil yang Maksimal

Melakukan sesuatu yang baru memang penuh risiko, terutama bagi suatu bisnis. Hal ini terutama karena setiap rencana bisnis baru pada umumnya akan memerlukan investasi ekonomi dan waktu yang tidak sedikit, baik itu konsep produk baru, konsep kemasan baru, atau konsep iklan baru. Perlu adanya pertimbangan dan persiapan yang matang agar rencana bisnis tersebut dapat menjadi investasi yang maksimal. Adalah mimpi buruk bagi setiap para pelaku bisnis jika suatu konsep baru malah membawa kemunduran bagi usahanya. Karena itulah para pelaku bisnis cenderung lebih berhati – hati sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan suatu konsep rencana bisnis.

market-research

Banyak cara dan metode yang dapat digunakan dalam mematangkan suatu ide konsep rencana bisnis. Namun salah satu cara yang paling umum untuk dilakukan oleh para pelaku bisnis dalam mematangkan ide konsep mereka adalah dengan melakukan serangkaian tahapan uji konsep. Rangkaian uji konsep dilakukan oleh para pelaku bisnis dengan tujuan agar menjamin bahwa konsep bisnis yang terpilih adalah yang terbaik, yaitu yang memenuhi kriteria penilaian mereka dengan paling maksimal, misalnya saja suatu ide konsep akan dipilih yang akan memberikan keuntungan lebih banyak dengan risiko yang lebih sedikit. Kriteria ini dapat berbeda – beda tergantung jenis konsep yang diuji dan target yang dimiliki oleh bisnis tersebut terhadap konsep tersebut.

Namun pada dasarnya, uji konsep itu sendiri adalah sebuah investasi waktu, uang dan tenaga. Maka sebelum melakukan uji konsep, setiap pelaku bisnis perlu memikirkan dan merencanakan terlebih dahulu tahapan – tahapan yang maksimal dalam melakukan uji konsep agar menjamin hasil yang maksimal. Diperlukan adanya suatu perencanaan yang matang terkait metode penilaian, dan tahapan yang akan dilalui dalam pengujian konsep.

Memiliki ide – ide konsep yang unggul tidaklah cukup dalam menjamin keberhasilan implementasi konsep tersebut. Jika tidak didukung oleh tahapan dan rangkaian pengujian konsep yang baik, bukan tidak mungkin ide konsep yang baik malah akan tersisih dan kalah dari ide konsep yang sebenarnya kurang baik. Berikut ini adalah beberapa cara untuk memaksimalkan hasil dari proses uji konsep:

  1. Mulailah dari menguji semua ide – ide konsep yang dimiliki dari awal.

Saat menyaring ide konsep awal, para pelaku bisnis dapat saja melewatkan konsep yang paling potensial hanya karena melakukan penyaringan konsep awal dengan terburu – buru dan tidak tepat. Tahapan eliminasi ide konsep awal adalah salah satu tahapan yang penting namun sayangnya sering kali diremehkan oleh para pelaku bisnis. Eliminasi ide konsep awal harus dilakukan dengan optimal, agar untuk memastikan bahwa konsep yang potensial tidak terlewatkan begitu saja.

Banyak cara yang dapat dipergunakan oleh pelaku bisnis untuk melakukan eliminasi ide konsep awal, namun salah satu metode yang paling efektif dan efisien dalam melakukan penyaringan ide konsep awal dengan tepat dan cepat adalah dengan menggunakan kuesioner, terutama melalui online survey. Hal ini dilakukan dengan membuat serangkaian pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Adapun pertanyaan tersebut dibuat dalam format online dan kemudian juga akan disebarkan secara online. Dengan online survey, maka proses penyebaran kuesioner menjadi sangat fleksibel karena dapat dilakukan baik dengan menggunakan email maupun sosial media. Kuesioner pun dapat dikirimkan langsung dengan cepat kepada para panel yang mungkin sulit untuk ditemui secara fisik karena kesibukan masing – masing. Para panel pun akan dengan mudah mengirimkan kembali jawaban kuesioner melalui sistem online kapan pun saat mereka memiliki waktu luang. Dengan metode ini, semua konsep awal akan mendapat waktu untuk mendapat penilaian dengan lebih mudah dan secara langsung dari panel yang telah disiapkan sesuai target pasar yang diinginkan.

  1. Menggunakan metrik penilaian yang tepat.

Salah satu hal yang paling penting dalam uji konsep adalah memilih metrik penilaian yang tepat dan sesuai dengan konsep yang diuji. Metrik penilaian juga harus sesuai dengan target yang akan diberikan kepada konsep tersebut oleh perusahaan. Misalnya saja metrik tingkat niat pembelian suatu konsep produk. Walau terkadang metrik penilaian ini sudah tepat dan sesuai untuk dapat mewakili performa suatu konsep, namun ada kalanya frekuensi pembelian pun penting untuk diikut sertakan dalam metrik penilaian, terutama jika ide konsep yang diuji adalah merupakan ide konsep untuk produk konsumen sehari – hari.

  1. Menggunakan tolak ukur.

Dalam menguji suatu konsep, menggunakan tolak ukur atau benchmarking akan dapat membantu tingkat keakuratan proses uji konsep. Hal ini akan sangat penting dan berguna terutama jika konsep yang diuji sudah memiliki versi terdahulu yang telah dirilis ke pasaran sebelumnya atau bahkan memiliki produk pesaing di pasaran. Dengan menggunakan performa dari versi terdahulu ataupun dari produk pesaingnya, maka tingkat akurasi dan kepercayaan dari nilai ekspektasi keberhasilan implementasi konsep yang diuji akan dapat lebih baik.

  1. Mengaplikasikan standar untuk menentukan proses lanjutan.

Setelah menggunakan metrik yang sesuai dan tolak ukur yang tepat, setiap pelaku bisnis perlu menerapkan standar untuk menentukan proses lanjutan bagi setiap konsep yang memiliki nilai akhir rendah sampai dengan nilai akhir yang tinggi. Misalnya untuk ide – ide dengan nilai akhir yang rendah akan dilakukan penggabungan dan kolaborasi ide, dan lalu kemudian akan dibandingkan kembali dengan ide konsep yang memiliki nilai akhir tinggi. Atau bisa saja setiap ide dengan nilai akhir yang rendah akan gugur dan tidak akan dipertimbangkan lebih lanjut, namun dari beberapa ide konsep dengan nilai terbaik, akan diuji dengan metrik penilaian tambahan yang akan berperan sebagai alat eliminasi akhir.

Para pelaku bisnis juga tidak boleh melupakan bahwa sering kali uji konsep dilakukan dengan prinsip – prinsip statistik, sehingga diperlukan juga penerapan standar selang kepercayaan yang akan digunakan dalam menghitung nilai akhir suatu ide konsep, agar hasil penilaian dapat sesuai dengan tujuan awal yang diinginkan dari konsep tersebut.

Dalam mengadakan online survey terkait pengujian dan penilaian konsep, terdapat banyak hal yang dapat menjadi fokus pengujian. Hal ini dapat berbeda-beda sesuai dengan jenis masing – masing konsep dan kebutuhan serta ekspektasi yang dimiliki oleh setiap pelaku bisnis terhadap konsep tersebut. Dalam koleksi template surveynya, SurveyMonkey memiliki banyak topik terkait pengujian konsep yang dapat digunakan langsung maupun dimodifikasi.